LOADING
01/11/19
5 Pengaruh Alkohol Terhadap Kesehatan Pria
Jurnal sebelumnyaJurnal Berikutnya
Herbamojo

Alkohol merupakan minuman yang umum dikonsumsi saat acara-acara malam, seperti di bar dan klub. Konsumsi alkohol dalam jumlah kecil mungkin tak akan menyebabkan gangguan kesehatan yang berarti, namun penting untuk mengetahui pengaruh alkohol secara umum terhadap kesehatan anda. Pada jurnal minggu ini, kami akan membahas hubungan antara alkohol dan kesehatan tubuh.

Bagaimana alkohol mempengaruhi fisik pria? Rata-rata berat badan badan pria cenderung lebih berat dibandingkan dengan wanita. Oleh karena itu, tubuh pria dapat lebih banyak menyerap alkohol. Selain itu, pria juga memiliki rasio lemak-air lebih rendah daripada wanita. Hal ini memampukan pria untuk mengencerkan alkohol secara lebih efektif dan mendapat konsentrasi alkohol yang lebih rendah dibandingkan wanita. Ironisnya, pria lebih sering terlibat cedera yang diakibatkan oleh alkohol, karena secara umum mereka mengonsumsi lebih banyak alkohol dibandingkan dengan wanita.

  1. Mempengaruhi performa seksual Ketika anda mengonsumsi alkohol dalam jumlah kecil, hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri dan membuat anda tidak canggung. Namun, konsumsi alkohol berlebih dapat mengganggu kerja syaraf, yang juga dapat menyebabkan gangguan antara otak dan organ vital. Gangguan tersebut membuat pria kesulitan untuk ejakulasi maupun mengalami ejakulasi dini. Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar lebih beresiko mengalami disfungsi ereksi. Selain itu, konsumsi alkohol berlebih juga dapat mengurangi produksi hormon seks dan menurunkan libido.
  2. Menurunkan tingkat testosteron Seperti telah disebutkan secara singkat pada poin sebelumnya, riset menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah besar secara terus-menerus dapat menurunkan testosteron dalam tubuh dan membuat anda kehilangan gairah seks. Selain itu, alkohol juga dapat mengganggu fungsi testis dan mengurangi kemampuannya untuk memproduksi sperma. Tentunya, hal ini berpengaruh langsung terhadap kualitas dan kuantitas sperma. Apabila hal ini berlanjut terus menerus, ia dapat menyebabkan kemandulan.
  3. Merubah penampilan tubuh Ketika seseorang ingin menjaga penampilannya, tentunya hal utama yang diperhatikan adalah makanan yang dikonsumsi. Meski begitu, hal yang sama seharusnya diterapkan apabila anda memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol. Jika dihitung dari segi kalori, mengonsumsi satu porsi lengkap makanan cepat saji sama jumlah kalorinya dengan 4 gelas bir. Yang membedakan, tentu saja rasa kenyang yang didapatkan. Anda mungkin dengan mudah dapat mengonsumsi kalori dalam bentuk cair tersebut dan tidak terasa telah mencapai gelas keempat. Apabila kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, maka akan mempengaruhi berat badan anda. Selain itu, alkohol juga mengganggu metabolisme tubuh dalam mencerna lemak dan membuat anda lebih rentan mendapatkan perut buncit.
  4. Menyebabkan gangguan kesehatan Kebiasaan mengonsumsi alkohol juga dapat mengganggu kesehatan internal tubuh. Sebagai contoh, ia dapat menyebabkan asam urat, penyakit sendi yang umumnya menyerang pria usia 30 - 60 tahun. Selain itu, potensi gangguan fungsi hati, jantung, serta kanker juga mengintai peminum alkohol.
  5. Menyebabkan ketergantungan dan kerusakan otak Kebiasaan minum minuman beralkohol tentunya meningkatkan toleransi tubuh terhadap alkohol itu sendiri. Selain itu, efek kesehatan yang ditimbulkan juga tentunya bertambah banyak. Contohnya, ketergantungan emosional pada minuman beralkohol. Kecanduan alkohol merupakan suatu hal yang serius dan memerlukan penanganan profesional, misalnya dengan melakukan rehabilitasi. Selain itu, kerusakan otak juga menjadi resiko apabila anda minum minuman beralkohol dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu yang lama. Kemampuan berbicara serta pergerakan tubuh akan terganggu. Selain itu, kemampuan mengingat jangka panjang, pikiran jernih, serta pengambilan keputusan secara rasional juga menjadi sulit. Hal ini dapat berujung kepada kerusakan otak permanen, terutama pada bagian frontal.